Rabu, 24 Juli 2013

Mereka sebut ini akar dari segala permasalahan

uang.

buat gue bukan. hari ini gue bilang kalimat yang keren ke seseorang. saking kerennya gue gak yakin kalo itu gue yang ngomong. kalimat itu bunyinya begini:

masalahnya bukan ada apa nggaknya uang, tapi gimana walaupun uang gak ada, kita tetep bisa melakukan segala sesuatu. uang itu alat, uang itu harusnya dikuasai manusia. bukan manusia yang dikuasai uang.
dalam hal yang postif tentunya. bukannya kalo gak ada uang terus maling. bukan. maksud dari kata-kata itu, jelas kita harus bertindak. gak ada uang bukan suatu alibi yang bagus buat digunakan terus-menerus (walopun gue juga sering pake itu jadi alibi) tapi ya sambil gue nulis ini, sambil ngingetin gue juga supaya gue bisa menghindari menggunakan kalimat itu dan sebisa mungkin lebih banyak melakukan apa yang bisa kita lakukan walaupun gak ada uang.

jadi, sebenernya akar dari segala sesuatu itu bukan uang, tapi niat kita.

Share:

Rabu, 03 Juli 2013

cagar rasa

saat semua rasa terkumpul menjadi satu
tidak tau mana yang harus mencuat kepermuakaan 
saat itu mungkin yang hanya bisa dilakukan hanya diam.
dan masukan semua ke dalam sebuah cagar rasa.
Share:

Selasa, 21 Mei 2013

Answered Prayer

Surabaya, 20 Mei 2013

"Itu PAC" kami buru-buru memasuki bus AC yang bersiap untuk berangkat dari terminal Bungur, Surabaya. Ini pertama kalinya untuk kita berdua, bukan ke Surabaya-nya, tapi ke naik bus kota tanpa orang yang benar-benar paham jalanan Surabaya.

"Gak ada bangku dua." kata gue ke dia.
"Kamu duduk di situ aja aku sini" tunjuknya bangku pojok deket jendela sebelah kanan. Dan dia duduk di bangku pas depan gue.

Terlihat dia mengajak ngobrol bapak-bapak sampingnya sembari menanyakan jalan menuju Gramedia Expo.  Bapak-bapak itu pun dengan ramah menjelaskan kami harus turun di mana.

"Dine, nanti kita sampe BRI Tower berdiri, udah deket katanya." ujarnya.

Yang dia gak tau senyum gue mengembang seiring dia balik badan ke depan. Nampaknya dia masih belum bisa tenang, bola matanya terus meliat ke kanan ke kiri bingung. Gue ketawa.

"Kenapa?" tanyanya sambil noleh ke belakang. Sadar diketawain.
"Matamu lola lolo."
"Hahah..ya aku gak tenang lo! Kalo kita nyasar gimana?"

"Ya nyasar bareng."

dia mendelik sambil balik badan lagi kedepan. Gue nyengir.

Sampai tadi malem, sebenernya kesepakatannya gue ke Surabaya sendiri, karena dia ada kuliah jam 10.30 sedangkan gue interview jam 14.00 gak mungkin dia nganterin gue.
Tapi keputusannya berubah sebelum kita tidur. Dia mutusin untuk bolos kuliah demi tersesat bareng gue di Surabaya. Yang gue bilang malem itu tentu aja gak setuju dia bolos kuliah, tapi akhirnya gue menyerah pada kenyataan bahwa gue memang butuh dia.

Akhirnya kita sampai di Grameia Expo. setelah dianterin temannya Uneth yang ngasih tau lamaran itu, gue ikutin proses interview terbuka yang baru pertama kali itu gue jalanin, dan dia, si patjar, alias Uneth jalan-jalan di Delta Plaza atau yang sekarang namanya berubah jadi Plaza Surabaya pas di depan kantor tempat gue wawancara.

kita sampe sekitar jam 13.00 dan gue selese interview sekitar jam 15.00 bayangin dia udah muterin mall itu brapa kali sambil nunggu gue kelar?

"Halo, aku udah selese ini, kamu di mana?" gue jawab teleponnya.
"O..aku masih di dalem mallnya ini, yawes tunggu di sana aku jemput."
"Loh ngapain? Aku aja ke sana kamu tunggu situ."
"Ngaco kamu, itu jalanannya rame banget! kamu susah nyebrangnya."

Di sini gue sadar. Gue pernah minta ini dulu, waktu gue pulang kerja di Jakarta, waktu hari udah sore, dan jalanan makin padet, yang ada hanya pikiran gue dan gue yang berjalan di tengah-tengahnya. Dan sembari nyebrangn jalan, dengan suara high heels yang berbunyi dan dengan suara klakson wira-wiri, gue berdoa.

"God, I wish I had someone to hold my hand." 

Doa itu rasanya seperti terjawab sudah. Dia nyengir di debrang jalan sambil lambai-lambain tangan. Gue dengan pakaian kantoran berdiri di samping jalan bales lambaiannya dia. Dengan gesit dia berhentiin mobil-mobil sambil terus jalan ke arah gue.

"Yuk." katanya pas sampe di samping gue. sambil nyodorin tangan.
guenya bengong.
"Oh gak mau digandeng? Yaudah."
"Eh! engga-engga!" gue buru-buru gandeng. tadi itu gue bengong rasanya kayak gak percaya. Dia gak tau alesan gue kenapa gue bengong. Dia gak tau gue simpen itu semua untuk ditulis di sini.

kita muter-muter mall yang baru masuk sudah disambut BREAD TALK! kangen sekali rasanya cium baunya. Karena di Malang gak ada Bread Talk, jadi harap maklum kalo gue terkesan katro. Uneth tau gue suka banget roti, yang gue gak tau dia ternyata udah berencana dari awal untuk beliin gue roti itu pas pulang :')

akhirnya kita pulang sekitar jam 16.30. dia tanya,
"Kamu inget kan nunggu besnya di mana? Tadi kata Reney dia udah ngasih tau kamu soalnya."
"Uum..tau kok, ini lurus, trus belok kiri" gue nyengir lebar.
"Ini lurus trus belok kanan trus baru kiri." dibetulin sama dia.
"Oiya gitu maksudku"
"Ah kamu."
"HE HE HE, kata Reney tanya aku? Kamu kok tau?"
"Iya lah aku bilang kasih tau aku juga kalo Ika mah gak bisa inget dia pasti."
"HAHAHA."

beruntungnya, beruntungnya gue hari itu. Itu terus yang ada dipikiran gue saat kita pulang naik bus kota ekonomi yang panas dan sumpeknya sama kayak naik 102 Tanah Abang - Lebak Bulus. gue tau dia capek. Tapi yang gue liat dia selalu buat nada yang riang supaya gue tetep semangat. Dan itu juga ada di doa gue waktu macet panas-panasan, satu-satunya hiburan hanya suara Radia Prambors di kuping. Siarannya Imam Darto.
Tapi ini, dia bukan cuma menghibur gue, tapi dia ada di samping gue.

"Panasss, sampe rumah aku pasti mandi."
"Aku engga."
"Yek jorok."
"Biarin, kamu gak mungkin mandi."
"Enak aja, aku selalu mandi ya dulu pulang kantor."
"Iya sehari sekali."
"Engga yaa sehari tiga kali! pagi, pulang kantor, sama jam 1 malem kalo kepanasan aku mandi. Cuma di Malang aja yang aku mandi bisa sehari sekali."

Kita lanjut makan cemilan di bus menuju Malang. Dia beli jajanan kesukaannya di dalem bus: Tahu. Dan kita punya sederet cerita yang terukir hari itu.

Sampe rumah gue sms.
"Ini aku lagi masak air panas buat mandi."

dia bales.
"Ini aku main RO."
tetep konsisten untuk gak mandi lagi :))

Yasudahlah ya, yang penting Tuhan kadang jawab doa kita gak langsung, bisa aja jawabannya tunggu, satu hari, tiga bulan, atau tiga tahun kayak gue ini. Dan pada saat dijawab, itu benar-benar indah kawan.

benar-benar.. indah :)
Share:

Senin, 06 Mei 2013

3 hari yang mengubahkan :)

sangat bersyukur 3 hari kemaren PAGMA (Pemuda Advent Gabungan Malang) ngundang HCBN. gue ngerasa sangat ketampar. banyak yang perlu dikoreksi di gue.

gila, Tuhan tuh bener-bener udah mo dateng ya.

udah bener-bener dikit lagi. makanya jangan salahkan gue kalo isi blog ini jadi lebih serius gak kayak yang dulu. yang penuh tantangan dan hal-hal baru, mengesampingkan hirauan orang sekitar yang penting kita senang. masa yang kayak gitu udah lewat di gue.

sekarang ini adalah masa-masanya ngoreksi diri, kecilin volume dunia, dan dengerin Tuhan. ternyata gue selama ini kurang mengasihi sesama, masih mentingin ego, gak nurutan, sembrono dalam hal berpakaian dan segala sesuatu yang negatif dati gue kayak langsung keliatan gitu loh.
belum menghidupkan kasih Kristus yang sebenernya.

tapi gue gak akan nyerah. cerita di Matius 20 bilang kalo upah pekerja yang dateng jam 9 pagi sama jam 5 sore sama aja. 1 dinar satu hari :)
dan kita, tinggal sedikit lagi dapet upah kita, jangan berhenti di sini.
gue gak mau berhenti di sini. gak, gak sekarang.
gue masih mau kerja buat Dia.

~
Share:

Minggu, 09 September 2012

found this on facebook :')

"As we grow up, we realize it becomes less important to have more friends and more important to have real ones. Remember, life is kind of like a party. You invite a lot of people, some leave early, some stay all night, some laugh with you, some laugh at you, and some show up really late. But in the end, after the fun, there are a few who stay to help you clean up the mess. And most of the time, they aren’t even the ones who made the mess. These people are your real friends in life. They are the ones who matter most."
Share:

Sabtu, 08 September 2012

Empat Minggu di Jakarta

yes, liburan kuliah kemaren gue ke Jakarta. banyak yang udah berubah. salah satunya yang paling bikin syok itu bunderan Bintaro udah diilangin dan dijadiin fly over. tadinya gue pikir itu bercandaan anak-anak bintaro, biasalah mereka kalo ditanya suka gak serius jawabnya. eeh, taunya pas gue liat sendiri baru percaya.

saking banyaknya sampe bingung mau nulis apa. waktu di jakarta gak sempet nulis sih..sekalipun sempet, gue gak bakal konsen. mending di rumah aja nanti, pikir gue.

dan sekarang baru bisa gue tulis. tempat-tempat yang gue kunjungin selama di sana?

1. tentu saja STASIUN SENEN. karena kereta gue mendarat di sana. gue ke Jakarta cuma berdua sama adek gue. kita naik Matarmaja. cuma 51rb loh. walopun ekonomi menurut gue udah lumayan nyaman. yang gak nyaman kalo ada pengamen Bayfresh sama tukang sapu bayaran yang suka nyolong sendal sambil nyapu (kata sepupu gue).
2. MANGGA DUA. gue berpetualang sama si Purple Henjeng, esa. ke daerah komplek mangga dua sana buat perawatan lensa kamera dan beli stocking item pekat.
3. BP-BINTARO PLAZA! ini legend banget tempat ini. tempat nongkrong gue waktu SD-lulus SMA. gue kangeeen banget nongkrong di situ. itu juga udah berubah. luarnya makin penuh. kayak Lego disusun-susun sana sini warna-warni dan sumpek ngeliatnya. gak kayak dulu..
4. GANCI-GANDARIA CITY. finally. dulul gue ke Malang, ganci baruu selese dibangun. isinya baru Lotte, trus gue brangkat. gak sempet maen sama sekali. alhamdulilah kmaren sempet ke sono. bukan, bukan untuk ngamen di dalemnya.
5. TEKO-TERAS KOTA. buat nonton Total Recall doang.
6. KELAPA GADING. buat nonton Step Up Revolution.
7. PASAR BARU. nemenin Melisa nyari sepatu.
8. PIM-PONDOK INDAH MALL. buat nganterin Kak Andrea suaminya kakak sepupu gue potong rambut.
9. KEMANG lupa nama cafenya apa, itu seumur-umur gue di Jakarta dulu, baru kmaren itu gue ke kemang. nontonin si Black Henjeng, Maryo manggung.
10. PASFEST-PASAR FESTIVAL ngumpul sama temen SMA
11. SEVEL-SEVEN ELEVEN yo'i jangan ngaku anak gaul sekarang kalo belum sini. hahaha! norak banget ye. maklum di Malang gak ada :))
12. AIRPORT SOEKARNO HATTA. nganterin Esa berangkat ke Belanda :')

angkot-angkot atau alat transportasi yang gue pake buat bernostalgia dan mondar-mandir selama di Jakarta kmaren:

1. KRL Tanah Abang - Sudimara
2. Angkot S 08 Lebak Bulus - Pd. Betung
3. Bus 76 AC Ciputat - Senen
4. Angkot D 09 Bintaro
5. Bajay
6. Trans Jakarta
7. Trans Bintaro

ada lagi sebenernya angkot abu-abu waktu di Mangga Dua, lupa itu nomor brapa.

trus rumah yang pernah gue hinggapi selama di Jakarta buat nginep atau main doang.

1. Tante Dwi
2. Tante Tenny
3. Tante Lence
4. Esa
5. Viktor
6. Michelle
7. Patty
8. Melisa

makanan yang gue makan di Jakarta ada gak ada di Malang, atau gak seenak di Malang:

1. MARTABAK!
2. KETOPRAK
3. BATAGOR
4. SYOMAY

terima kasih banget sama temen-temen SMP, SMA, yang luangin waktu buat ketemuan. gue juga kangen-kangenan sama GMAHK Bintarooo. ah, dulu tempat itu yang buat gue paling berat ninggalin Jakarta. sekarang mereka bahkan udah mau buka cabang :') mereka berkembang pesat.
entah harus sedih atau senang. seharusnya senang karna bisa berkembang. tapi sedih juga soalnya kan ada pribahasa 'bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh'. tapi mereka berkembang kok bukan bercerai :)

sad momentnya itu pas nganterin Esa ke Airport. ah, gini toh rasanya liat temen pergi. satu setengah tahun lalu Esa harus liat gue pergi ke Malang. dan kmaren gue dapet karmanya. gue harus liat dia pergi ke Belanda. sedih.

hal menyedihkan lainnya gue sempet putus waktu di Jakarta. iya putus. dan beneran gak kontekan selama 2 minggu..

atas nama keegoisan gue, kecemburuan, dan kerinduan kita berdua membawa hubungan kita kita ke titik kata 'kita putus'.  kok rindu malah bisa bikin putus? coba aja sendiri sensasinya. Terlalu rindu malah bawaannya maraaah mulu. gak enak. that's why Long Distance Relationship is no good. and i don't like LDR at all.

tapi pas gue balik ke Malang besoknya dia dateng ke rumah, ngajak jalan, dan akhirnya kita balikan lagiii yeayyy ababil. hahaha! bodo kalo jodoh gak ke mana kan? kalo LDR putus aja emang.

gue sayang sama dia yang sekarang nih. hari ini kita tepat 20 bulanan. atau 1 tahun 8 bulan. (putus-nyambungnya diitung tetep nyambung teruuss) :))
gue percaya Tuhan yang udah nemuin kita, gue percaya Dia juga yang misahin kita. kalo suatu saat dipisahin (pake jarak waktu yang lama/selamanya, atau orang ketiga) sama Dia, yasudah brarti itu bukan jodoh. selama bukan itu ya..menurut gue, gak ada alesan yang bisa ngeruntuhin rasa sayang gue ke dia. gak tau deh kalo dia gimana. loh ini kok malah curcol? :))

yah intinya banyak hal yang terjadi selama 4 minggu di Jakarta. dan itu cukup untuk ngobatin rasa kangen pada Ibu Kota tempat gue dibesarin.

gak tau kapan lagi ke sana. mungkin 2 tahun lagi, 10 tahun, atau mungkin gak akan lagi. bukan kita yang punya waktu. gue hanya berusaha menikmati sisa waktu yang gue punya. lalu, gimana caramu menikmati waktumu? :)

Share:

Selasa, 21 Agustus 2012

Senin, 04 Juni 2012

kekayaan di dunia

gue percaya, kalau orang yang dikasih kekayaan sama Tuhan itu, memang orang yang pantas untuk kaya. bingung?

maksudnya begini. banyak orang diluar sana (termasuk saya kadang-kadang) hidup dibawah garis cukup. apakah dia pernah menelaah hidupnya? gue pernah.
gue ngerasa, gue ini orang yang sombong. sehingga Tuhan gak mempercayakan harta kekayaan dunia sama gue, atau keluarga gue. serius. dan gue berterima kasih untuk itu.
gue berterima kasih untuk miskin.

baru-baru ini pakde gue dateng dari kalimantan. dia duitnya ngalir mulu selama di kota gue sekarang ini. tapi dari ngalirnya itu, yang gue liat semuanya positif. ya..mungkin ada juga keburukan dia selama di kalimantan. tapi yang mau gue ambil positifnya aja. yang gue liat dari keluarga dia itu:
  1. orangnya gak lupa saudara. walaupun dia kaya, tapi dia masih inget adik dari bapaknya, sepupu-sepupunya di manaa aja disamperin sama dia. bukan mereka yang dateng ke dia loh, dia yang datengin saudara-saudaranya. artinya walau dia udah di atas, dia gak lupa sama yang di bawah. sifat ini juga yang mungkin belom ada di gue.
  2. anak-anaknya, istrinya, walaupun tau mereka kaya, gak minta macem-macem selama di mall atau di restoran (kecuali emang yang udah dijanjiin bapaknya dari lama). padahal kalau mau minta sih bisa aja.
  3. suka memberi. biasanya nyemperin saudara-saudaranya sambil nyawer.
  4. gak sombong.
itu sih yang gue liat dari pakde gue. selain taat sama Tuhan dan rajin perpuluhan loh ya..itu paling atas. ya mungkin dari sini gue bisa belajar juga, sekaligus berterima kasih atas apa yang gue punya. sadar akan kemampuan gue, pantes gue gak dikasih kekayaan. tidak kaya tidak apa-apa yang penting masuk surga.hehehe..

Share:

keuntungan jadi kekasih saya ^_^

  • bakal gue masakin yang enak-enak, trus diem-diem bawa ke tempat tinggalnya.
  • sedia waktu 24 jam selama seminggu untuk dengerin keluh kesah, dan selama dia cerita, gue bakal bener-bener dengerin tanpa memotong :)
  • dukung dia dalem aktivitas positifnya
  • jalan bareng dia, selalu mau di samping dia, gandeng dia.
  • cium kalo lagi marah.
  • manjain dia kalo sakit. dan sebisa mungkin dateng buat ngerawat.
  • gak masalah kalo jalan kaki atau naik angkot
  • motoin dia diem-diem trus jadiin wallpaper hape
  • buat blog isinya dia dan kita
  • sms dia ditengah kesibukkan gue.
  • selalu mikirin dia.
  • ngobrol sama ibu-bapak-kakak-kakak ipar-keponakannya
  • sayang keluarganya juga.
  • bantuin ibunya masak.
  • nulis banyak met-metan buat ditaruh di Alkitabnya
  • bangunin dia buat kuliah
  • menghasut adik buat nyetirin buat nyamperin ke kosnya trus culik dia ke KFC
  • sering ngasih kejutan kecil berupa permen,choki-choki,atau jajanan lain dengan tulisan met-metan di atasnya.
  • nungguin dia depan kelas walaupun gue pake seragam beda jurusan.
  • bawain bekel makan siang.
  • masang foto kita di kamar, dompet, hape, fb, twitter.
  • bilang 'i love you' setiap hari.
  • peluk dia waktu tidur.
  • bersabar nunggu dia lulus sampe akhirnya ngelamar :3
dan masih banyakk lagi yang mungkin kelewat kesebut.
tapi yang jelas, gue kalo sayang sama orang, sebisa mungkin orang itu akan gue bahagiain :)
jadi, kalau seumpama (amit-amit) gue ditinggalin,
gue gak nyesel. apalagi kesel.
karena dia yang nyesel, udah ninggalin orang seperti gue ^_^
hihihi
Share:

Minggu, 03 Juni 2012

Gojal - Kampanye Hari Anti Tembakau

udah lama kayaknya sifat keaktifan gue tertidur (ceileh)
akhirnyaaa untuk sekian lama gue ikut organisasi gereja lagi. setelah yang terakhir sebelum ke malang nyaris dicalonkan sebagai ketua, gue kabur. huehehehe (semoga kak jeady gak baca ini) (kalo gak digetok pala gue ntar kalo ketemu)
okeh..yang sekarang, di kota Malang ini, gue menjadi..seksi acara :3
yes again. tapi gue suka memang.
gue jadi seksi acara di PAGMA (Pemuda Advent Gabungan Malang) eaa.. (kok ea?) entahlah..hahaha maaf postingan ini agak ngaco sepertinya. maklum udah lama gak ngeblog, saking kangennya ngeblog sampe gak tau harus nulis apa.
jadi besiaplah wahai kou halaman kosong, akan kupenuhi kou dengan isi pikiranku!

hem..tanggal 27 Mei 2012 kmaren, pagma ngadain GOJAL. apa itu gojal? saya juga gak tau hahaha. yang jelas, itu kayak GOWES, kalo gowes kan buat sepedaan, ini buat jalan kakian gitu.
nah...terus seru deh, malemnya, nginep tuh panitia-panitianya buat bikin jus sama susu kedele. karena besoknya mo dituker jus itu sama orang yang lagi ngerokok.

 

gue dateng udah telat tuh, masih pake baju gereja jam 10 malem, dateng-dateng langsung meres jeruk. BARU KALI INI, CATET! BARU KALI INI! gue pake peresan listrik.
:))
yang belom pernah, nih gue kasih tau ya caranya:
1. potong jeruk peres jadi 2 bagian,
2. taruk setengah bagian diatas moncong pemeras (halah pemerasss)
3. PENCET! jangan kenceng-kenceng pake perasaan.

kesan pertama pake alat itu: GELI. hahahaha sumpah tangan gue geli geter-geter.

nah udah tuh ya, tidur jam 12san. bangun jam 4, gue langsung bantuin bungkusin susu kedele. trus pas gue lagi bungkusin, eh si Elpis dateng bawa susu kedele,

Elpis : ka lo mau nyobain gak nih?
gue  : anget gak?
Elpis : anget ini baru abis di masak
gue : *ambil, minum*
Elpis : itu tadi bekas bolot-bolotku loh
(bolot-bahasa jawa = daki)
Elpis : tadi aku kobok-kobok pancinya.

ceritanya sambil ketawa. somfret. gak di jakarta, gak di malang, gue nemuin temen cacat semua -_-*
mana udah abis lagi susu kedelenya baru dia cerita.

trus pas udah mulai jalan gue kan jaga di pos 1 buat konsumsi, nungguin si pacar gak dateng-dateng.
gue sms lah

gue : tidur lagi?
pacar : enggak kok ini udah siap-siap aku sama rengga paling nyampe jam 6

udah jam 6. lewat. lewat banyak. gue udah mo ngomel, eh dia dateng. sama sepupunya.

gue : bagus, katanya tadi jam 6??
pacar : lha kan tadi aku bilang jam 6 paling lambat jam setengah 7 sampe sini Dine.
gue : *liat jam* INI UDAH JAM SETENGAH TUJUH LEWAT 15 MENIT! *jewer pacar*
pacar : *ketawa-ketawa*

huh, dulu aja anak bintaro juga pernah gue ambekin gara-gara bilangnya "on time ya jam 2 dekor GSG" gue ke sana kosong....balik pulang sambil misuh-misuh. malemnya ada kebaktian, gue diemin. apalagi yang bilang on time :)) akhirnya dia minta maaf.
gue gak suka masalahnya. kalo dibilang on time, gue pasti on time.

dari acara kmaren masih banyak kekurangannya, tapi namanya juga acara pertama. ini aja udah bersyukur banget Tuhan ngasih kesempatan kayak gini lagi :)

temen baru,

kesibukan baru,



keluarga baru..



tapi masih saja SELALU merindukan rumah. 
dengan keluarga bintaro..
di dalemnya..

apa kabar kalian? :')
Share:

Sabtu, 25 Februari 2012

bukan saya (5 tahun lalu) yang nulis :)


mungkin kita pernah terpikirkan 5 tahun lagi akan menjadi apa. atau mungkin kita yang sekarang adalah 5 tahun yang lalu sudah pernah kita bayangkan, iya bagi kalian? tidak bagi saya.


5 tahun lalu saya masih terlalu naif. masih alay. saya yang dulu benar-benar berbeda. saya yang dulu mungkin tidak akan saya kenali bila saya bertemu saat ini. dan pastinya tidak saya gauli. yang benar saja saya akan nyambung dengan diri saya yang akan mengetik 'hahahag' bila tertawa, 'coz' bila karena, atau '@nAk m4nA Lo3' untuk nanya 'anak mana lo?'. yang pertama betul, dua terakhir ngarang. Demam saya tidak separah anak lain. untungnya. hehe.


5 tahun yang lalu, yaitu 2007, saya tidak tau begitu lulus akan dapat kerja ketimbang kuliah. tahun berikutnya saya setengah mati ingin kuliah. dan baru dikabulkan Tuhan tahun ini. 5 tahun.

lucu kalo diliat. dulu, saya kerja, teman-teman saya kuliah. kini, saya kuliah, mereka kerja. dulu mereka pacaran, saya kena penyakit yang sekarang diketahui namanya 'galau' hampir setiap hari. sekarang saya pacaran, mereka fokus lembur.

kita bisa saja tertawa akan waktu, tapi jangan menyia-nyiakannya. atau waktu yang akan tertawa pada kita.

waktu yang kita punya saat ini sudah makin makin makin tipis. lakukanlah setiap menitnya bukan untuk kita. tapi untuk Tuhan. kok? coba bayangkan berkali-kali-kali-kali-kali lipat 5 tahun lalu, tanpa Dia, hari ini kita gak ada. Dia yang menjadikan kita ada.


saya gak yakin 5 tahun lagi saya, kamu, kita masih ada di dunia ini.

bisa saja Dia sudah datang :)

maka, saya tidak bohong, jangan-sia-siakan-hidup-kita. apalagi hanya untuk mengeluh. gak ada manusia yang gak berdosa, hanya jangan buat alasan itu untuk melakukan dosa lagi. kita punya hak untuk selamat. hanya jika kita mau menerimanya. datang pada-Nya, cari yang benar.

Share:

Minggu, 23 Oktober 2011

Dari Tuhan Untuk Dinda

"iya, mama nanti ke sana kok sama papa" itu yang Dinda dengar di sore tenang hari itu. mama telepon dengan siapa? pikirnya. sedangkan dirinya dan adik kandungnya berada dalam rumah. dan terakhir kali dia cek, adiknya tidak sedang menelpon mama, mama mereka. lalu siapa lagi yang memanggil mama mereka dengan sebutan mama? dan didengarnya pula ada kata papa di sana. ada orang lain yang memanggil papa dan mama.

Oh! itu pasti Kak Asri.

sudah lama sekali Dinda tidak mendengar kabar kakaknya itu. ya, Asri memang kakaknya, tapi beda ibu. itu pun dia ketahui seteah dirinya di bangku SMP. ia tidak bisa lupa bagaimana sedihnya mamanya saat itu.

"sudah umur berapa anakmu? hah? 5 tahun? sudah besar ya!" ia terus menguping telepon itu.
"iya ma, orang Asri aja menikah sudah 6 tahun." ternyata teleponnya diloudspeaker.

jadi papa sudah punya cucu ya..Dinda ikut senang dalam hati.

"kamu sih nikah gak bilang-bilang" sambung mamanya.
"apanya! orang Asri cari-cari nomor papa sama mama pada gak bisa ditelepon waktu itu.."
"hahaha..marahin nih bapakmu"
dan telepon dipindah tangan ke papa.

Dinda meninggalkan obrolan mereka. dia sudah sangat paham sifat kedua orang tuanya. dan dia yakin, hilangnya nomor mereka pada saat nikahan kakaknya itu hilang yang disengaja.

Dinda menghilang dari hadapan mereka menuju kamarnya. mencoba menemukan sesuatu di sana. tidak ada. hidupnya akhir-akhir ini terasa kosong. mungkin karena ia jengah akan kehidupannya yang di rumah saja. diam-diam ia iri terhadap teman-temannya yang sudah lulus kuliah. padahal dia sudah berusaha selama 4 tahun ini.

pada saat itu Dinda melihat Alkitab. sudah lama sekali rasanya tidak membacanya. rasa kangen pun merasuki dirinya. dia haus sekali akan kata-kata di dalamnya, surat-surat Tuhannya, untuknya. dibacanya lembar per lembar hingga ia merasa tenang.

semakin hari Dinda semakin mengerti sirat-surat itu. dia semakin merasa nyaman membacanya setiap hari. sampai akhirnya,

"Din, besok kita ke kampus ya buat pendaftaran kamu." ajak mamanya.
Dinda menyambut dengan wajah sumringah. "jam berapa?"

dia begitu bersemangat, lalu dia berfikir. kenapa harus saat ini? dan tentu pertanyaan itu tidak di tanyakan pada manusia. tapi pada Dia. senyum Dinda mengarah ke langit.

"Ini jawaban dari gelap selama ini Tuhan? terima kasih."

















Share:

Selasa, 22 Februari 2011

bahagia itu pilihan

'have you ever been in love?
horrible, isn't it?
it makes you so vulnerable. it opens your chest and it means someone can get inside you and mess you up. you build up all these defenses. you build up this whole armor, for years, so nothing can HURT you.
then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life. you give the a piece of you. they don't ask for it.
and then your life isn't your own anymore'
-Neil Gaiman


gue pernah mosting kata-kata neil gaiman itu di notes fb sebelumnya.

patah hati itu kalo dilihat dari sisi positif gak buruk-buruk amat. betul, dari patah hati kita bakal bangun tembok tebel. betul, kita juga butuh senjata untuk menjaga diri. dan betul, itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya.

tapi coba liat, positifnya:
1. kita jadi tau siapa yang bener-bener niat mau manjat/ngancurin tembok itu buat ketemu kita.
2. kita jadi tau siapa yang tau kita punya senjata apa aja.
3. bukankah sesuatu yang lama ditunggu adalah sesuatu yang menakjubkan? jadi semakin menakjubkannya dia, semakin pantas dia ditunggu. seperti Harry Potter terakhir part 2.

dengan begitu, tentu saja orang yang telah melewati itu semua untuk bertemu kamu, adalah orang yang pantas untuk kamu. dan orang yang lebih baik dari sebelum tembok itu ada.
tapi, bukan berarti dengan hadirnya orang tersebut masa lalu bisa ilang gitu aja.

sering kali masa lalu menghantui, nakut-nakutin, dan akhirnya kita gak jadi untuk melangkah.

ingat selalu, bahagia itu pilihan.

ngapain harus terus sedih karena masa lalu sedangkan kita bisa memilih untuk bahagia?

hidup itu cuma sekali, hati kita cuma satu.
jadi... sambutlah bahagia yang udah datang dari masa depan itu kawan :)
Share: