Kamis, 22 Desember 2016

Dia

Setiap kita pasti punya seorang "dia" yang rasanya ingin selalu diceritakan. Bahkan Anji 'Drive' membuat lagu berjudul yang sama. Tapi tentunya orang yang kita maksud berbeda.

Kemarin, Hari Ibu 22 Desember 2016, orang-orang ramai memosting betapa mereka cintanya dengan Ibu mereka. Lewat foto di Instagram, atau Facebook, atau kata-kata di Twitter. 

Tapi dia...

Kemarin sekitar pukul satu siang, saya dan dia makan di warung padang depan Mc Donald Watugong. 
"Hari ini Hari Ibu loh" kata saya sambil minum jus pear yang saya pesan.
"OIYA ya. Sekarang Hari Ibu." dia yang tadinya hampir menyuapkan makanannya, meletakan sendoknya, lalu mengambil handphone nokia hitam miliknya. Menekan telepon berkali-kali yang tidak diangkat, tapi akhirnya,

"Halo mak," dia sambil melanjutkan makannya "Hari Ibu oi sekarang." 
kemudian yang terlihat berikutnya adalah dia yang mengakatakan mamanya katrok. Sambil melihat waktunya dengan ibunya, tanpa sadar saya tersenyum sendiri.

Dia tidak mengatakan kata-kata manis pada ibunya di hari ibu. Dia tidak posting di sosial media. Tapi dia menelepon mamanya di Jakarta. 

Ini adalah sesuatu hal  yang ingin saya simpan, dari begitu banyak pelajaran yang saya ambil dari si dia. Bocah yang pemikirannya lebih dari saya. Kami seakan seperti tertukar tubuh. Mungkin seharusnya saya dengan posisi pemikiran saya yang alay yang seharusnya berada di usia dia saat ini. Dan dia yang tua.

over all, i adore him. but he is not.


Share:

Kamis, 08 Desember 2016

This Post Has Been Deleted

Saya sudah dua kali menghapus Twitter, sekali menghapus Tumblr, BLOGSPOT sekali, dan berkali-kali deactive Facebook. 
Dua minggu lalu saya menghapus Tumblr, deactive Instagram, dan Facebook, LAGI.
saya ulangi, LA-GI.

Why? Kenapa? Opo'o? 

Jawabannya cuma satu: kealayan saya. Saya alay. Anak layangan. Norak. Kampung. Labil. Saya sendiri menjuluki diri saya seperti itu dikarenakan emosi saya yang tidak teratur (padahal sudah tua) (akhirnya ngaku juga kalo tua) sering sekali membawa posisi dimana ingin nonjok orang tapi adanya tembok jadi saya lampiasin dengan menghilang sana sini. Waktu itu sempet matiin hape juga. Agak ngeri sih kalo inget emosi diri sendiri ini.

Oke saya ceritain deteilnya kenapa ngapus dan deactive itu semua (padahal gak ada yang mau tau hahhaa) biarin :p selamat membaca postingan anak labil ini:

[2009]
Di saat semua naik daun, teman-teman blogger yang termasuk dalam komunitas RB (Rumah Blogger) pun mulai ngehits. beberapa blogwalking saya bahkan membuat buku. Seperti Popok, Roy Saputra (yang bahkan konsul isi buku pertama dan keduanya ke saya), dan lain-lain. Sampe akhirnya di satu titik labil, saya merasa harus benar-benar mengakhiri ini semua. dan begitulah saya menghapus TWITTER yang pertama kali. Padahal udah difollow artis-artis yang saya ngefans banget jaman dulu kayak Udjo Project Pop, Tommy Tjokro, gitu-gitu. Followers udah 430an. Pada jaman itu udah lumayan banyak loh. Followers saya sekarang cuma 106 bahkan πŸ˜‚ sedij. Selain twitter, juga ngapus BLOG. Ya, Go blog memang. Blog saya yang berdomain http://engiingeengg.blogspot.co.id/ sudah hilang tanpa satu pesanpun yang saya tulis di situ. Semestinya bisa bilang 'haiii saya pindah ke...blablabla..' tapi boom! kosong melompong. Sedih liat di blog-blog teman-teman saya yang ngehits masih memasang domain saya yang lama. Itulah kebodohan yang pertama dan yang paling fatal.

[2011]
ngapus TWITTER lagi karena berantem sama pacar. LOL. stupid.

[2013]
putus dan ngapus TUMBLR.

[2016]
saya pikir saya tidak akan alay lagi. Saya pikir, pengalaman akan cukup membuat saya menyesal dengan kehilangan semua itu dan yang tidak bisa kembali lagi. Tapi minggu lalu, saya, menghapus, TUMBLR lagi. kemudian deactive INSTAGRAM, kemudian FACEBOOK yang masih sampe saat ini. Yang tersisa tinggalah blog ini dan twitter. Path ada sih, tapi jarang buka.

begitulah :)
Ntah sampai kapan.

Pernah baca orang yang paling sering menghilang adalah yang sebenarnya paling ingin ditemukan? itu benar. Rasanya memang ingin sekali ada yang perduli. Ada yang bertanya, kenapa kok di ig gak ada? kenapa facebooknya gak keliatan? siapa elooo buset deh erica πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
Beberapa hari lalu, buat poling di twitter selama 24 jam. Dan hasilnya 0% gak ada yang voteπŸ˜‚
i'm literally crying and laughing at the same time.
se-ngenes itu hidup saya sekarang.

Kemudian saya mikir, di luar sana ada gak ya yang ngerasa kayak gini? Kalau ada, mungkin kita perlu buat komunitas orang-orang ngenes.

Karena kesedihan sesungguhnya adalah kita tidak pernah dianggap ada. Bahkan oleh orang yang selama ini paling kita nanti keberadaannya. 
















nb: tadi saya bilang ngapus domain yang engingeng tahun 2009, tapi kenapa postingan di blog ini tahun 2008? jawabannya adalah saya punya dua blogspot. Tadinya yang ini cuma dipake untuk kontes-kontes aja tahun 2008. Tapi mulai full ngeblog di sini 2010 - sekarang. So... enjoyπŸ™
Share:

Selasa, 29 November 2016

Nulis

Nulis
Nu
Lis
Nu Alis. Salah.

Akhir-akhir ini kepikiran emang. Sempet bacain notes FB dari jaman dulu, blog-blog postingan lama, Tumblr, sebenernya selalu kepikiran. Untuk balik lagi. Untuk nulis lagi. Untuk selalu mencurahkan yang pingin dibagiin ke orang-orang. Pingin diceritain.

Tapi apa?

xD

Inspirasi nulis kayak gak ada apalagi dihimpit deadline revisi sana sini #curhat #alesan. Selalu aja ada alasan untuk orang malas, cenah Andrea Hirata. Ayo erica jangan malaaaaaaaaaaaaaaaaaasssssssss yaoloh #gerakinleher.

Ini aja mau nulis blog karena barusaan diDMin ini sama Kak Olga


thank you kak. Tak pernah letih diingetin.
sekarang gantian ingetin kalian. Yang sama-sama udah lama gak nulis lagi, gak gambar lagi, gak nyanyi lagi...
ayok. Nulis lagi, gambar lagi, nyanyi lagi, main alat musik lagi, futsal lagi, basket lagi, badminton lagi, buat video lagi. Pokoknya hidupin kelebihan positif kalian, LAGI :)




Share:

Minggu, 13 November 2016

Review Hacksaw Rigde

Sebenernya, saya dan pacar sudah memutuskan untuk tidak menonton bioskop kalau film Hollywood. kalau film Indonesia masih, itu juga pilih-pilih. Kita punya alesan yang cukup kuat untuk itu. Karena sesungguhnya, di agama kami, dilarang untuk menonton bioskop karena tempat yang gelap dan perbuatan yang nggak-nggak yang sering terjadi di bioskop luar. Dulu, saya gak terima pernyataan itu. Karena saya ke bioskop memang murni untuk nonton. Tapi setelah kita juga mempelajari subliminal dan lain-lain yang memang berpengaruh terhadap frontal lobe (yang mana sangat panjang kalau dijelaskan di sini) intinya, sangat-sangat mengurangi.

Sampai akhirnya minggu lalu, muncul di grup-grup Whatsapp tentang film ini. Penasaran, dan akhirnya kita membuat pengecualian untuk film ini. Awalnya gak berasa kayak nonton film perang, karena alurnya manis, klise, dan kocak pertemuan si Desmond Doss sama Dorothy. Masuk ke perangnya, tembak-tembakannya intens banget, dan kita berasa kayak di medan perang beneran dengan visualisasi yang gak manja (banyak darah muncrat, daging keliatan, dan potongan tubuh lainnya). Mungkin karena teknologi makin maju jadi darah-darahnya, dagingnya terlihat sangat nyata.

Setengah jam setelah tembak-tembakan mulai, jantung saya mulai gak enak jadi keluar dari bioskop dulu (saking tegangnya). Masuk-masuk masih tegang, akhirnya pakai headset dengerin musik rohani (true stroy). Gemeternya mulai ilang, tangan mulai agak anget. Tadinya udah ijin pacar, anceng-anceng kalau belum reda terpaksa keluar duluan. Dan akhirnya film selesai dengan membuat kita penontonnya merasakan trauma perang. Bersyukur juga dengan para pahlawan yang udah berperang jaman dulu. Terus terang aja saya sering nonton film perang, tapi yang ini, buat bener-bener masuk ke dalam keadaannya.

Apa karena kita memiliki keyakinan yang sama yaitu Seventh Day Adventist atau memang saya yang lebay? bagaimana temen-temen yang udah nonton?
Share:

Rabu, 28 September 2016

abis beberes blog (lagi)

Setelah dua jam ngotak-ngatik blogspot dan akhirnya nemu template yang ini. Sebenernya ngiler liat template wordpress yang ciamik-ciamik. Tapi kalo pindah trus isi-isi yang di sini gimana? Dulu kenapa pilih blogspot karena lebih banyak temen-temen blogger pake ini. tapi semakin tahun, semakin kalah saing dia hiks.

Pasti kalo para blogger jadul main ke blog gue berasa kayak nostalgia. Ada chatboxnya lagi ahaha. Pingin pake dotcom tapi gaya amat orang ngotak-ngatiknya aja belom ngerti. Kedepannya pingin masukin cerpen gitu nih ke sini rencananya. Hihi tapi kok serem ya..dulu pernah masukin wordpress (iya jadi dulu punya dua, satu blogspot satunya lagi wordpress khusus buat cerpen) tapi gue mikir kalo kayak gitu kan karya kita bisa dicopy orang? takut akhirnya gue apus deh wordpress gue. gila sokiye banget ya? kayak ada aja yang mau ngambil cerita gue ahaha. Semoga cepat terealisasilah cerpen ini huehuehu
Share:

Minggu, 21 Agustus 2016

Rempeyek!

engga kita lagi gak pingin ngomongin tentang makanan itu kali ini, cuma terngiang kata yang cocok aja apa gitu.

Jadi sebenernya beberapa minggu ini saya magang di salah satu bank pemerintah. Iya baru magang. Sementara temen-temen lain udah pada jadi manager saya baru magang. Sebelum ini nyambung harusnya sama blog yang pernah saya apus. Duh canggung juga nulis blog pake kata saya. Biasanya juga gue-elo bhahaha. Yha namanya juga bertumbuh. 

Jadi saya dulu tidak kuliah waktu lulus SMA, kursus di ST. Marry di Jakarta untuk penerbangan. Tapi sebelum kursus selesai saya dapat tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan tambang untuk di bagian front office. 
Nah, Sewaktu itulah saya mengenal blog dan berteman dengan berbagai blogger di seluruh penjuru Indonesia. Sekarang mereka sudah sukses dan upgrade dari blogger ke vlogger. Atau dari single ke menikah dan punya anak.

Terus kenapa saya masih magang? yang jelas ini juga salah satu kemajuan. Dan saya bangga akan itu. Again mungkin saya adalah D3 terlama yang pernah kalian temui, Tapi perjalanan yang saya alami gak akan pernah bisa ditukar dengan pengalaman orang lain.
Dan bukankah hidup adalah perjalanan?

ngomong-ngomong soal bank yang ini, saya selalu suka kerja di bank. Dulu waktu di Jakarta saya pernah kerja di ANZ Bank dan BII (Sekarang saya di Malang) jadi selama kerja di Bank itu saya selalu melihat aura positif dari karyawan dalam maupun yang jaga di bagian depan. Auranya lebih ciamik, santai, kocak, tapi tetap terjaga integritasnya dan penampilan mereka selalu perfect.


inilah penampilan saya di bank.

Gak penting ya? Narsis ya saya? emang. Ahaha. Ya...pinginnya sih kerja di bank lagi emang setelah lulus dari D3 Keuangan dan Perbankan UNMER Malang ini. Tapi, setelah tau jam kerjanya mikir lagi sih. Bayangin mereka harus udah di kantor jam tujuh pagi sedangkan keluar dari kantor itu yang harusnya jam setengah lima, ini mereka bisa pulang sampai jam tujuh malam tanpa biaya overtime.

Membayangkan ibu-ibu rumah tangga yang harus menyiapkan makan mengurus rumah plus dengan kerjaan kantor non stop. Saya pernah denger Asisten Manager di sini cerita, dia harus bangun jam 3 pagi untuk siap-siap makanan di rumah dan siap-siap untuk dia ke kantor. Kalau untuk jarak perjalanan dari rumah ke kantor jalan di malang ini dekat-dekat dan gak terlalu banyak keluhan tentang macet. Semacet-macetnya di sini separah-parahnya macet di Malang belum seberapa kalo dibandingin di Jakarta sih.

Sepulang dari kerja (ceileh kerja, magang.) saya masih ngurusin anak-anak orang di rumah (baca: ngelesin :p) iya baru-baru ini ditelpon orang tua murid yang dulu pernah saya ajar waktu anak itu kelas 4 SD. Sekarang anak itu kelas 6 SD dan butuh bimbingan serius untuk pelajarannya. Namanya Riska, Saya bilang ke dia waktu dia kelas 4 SD dulu kalo dia bawa teman untuk les juga dengan saya, nanti dia akan saya belikan es krim. Jadi datanglah dia membawa Sofie. Mereke berdua murid pertama saya. Kelas 6 ini juga saya berlakukan hal yang sama, yaitu kalo mereka membawa teman mereka, akan dibelikan es krim. Rupaya penawaran ini masuk ke mereka dan mereka membawa satu lagi murid yang bernama Ryan. Dan Ryan akhirnya memboyong adeknya yang masih kelas 2 SD untuk les di saya. Jadilah empat bocah itu selalu menunggu saya setiap hari saat saya pulang kantor. 

Cape pasti. Makanya judul blog kali ini rempeyek. alias remek :)) jauh ya?

Tapi untungnya saya sudah terlalu berleyeh-leyeh sebelum mulai magang. Tidur larut dan bangun jam sembilan setiap harinya. Tidak pernah beres-beres rumah (jangan ditiru) hahaha! jadi ketika sekarang super sibuk berasa kayak kemaren udah puas hibernasinya. Mari bangkit. Oiya Malang ini dingin. Jadi sebelum magang saya bisa mandi tiga hari sekali (gak dikit yang melakukan hal ini sesama warga malang) tapi waktu kerja ini harus mandi (walaupun masak air tiap pagi) pokoknya mandi, 
Itulah kira-kira perbedaan sebelum dan sesudah magang. Dulu sebelum magang sarapan bisa jam 12, sekarang jam 6 pagi masak buat diri sendiri. Entah bikin roti pake telor atau panasin makanan sisa semalam, yang penting makan. Tubuh saya kan juga butuh dihangatkan, menghangatkan badan butuh energi, dan saya perlu makan banyak. Ada yang mau bawain pizza? :p
Share:

Kamis, 02 Juni 2016

Review Reply 1988

Saya gak pernah nge-review drama korea sebelumnya. Dan gak pernah kepikiran kalau bakal nge-review di sini.

Pertama kali denger judul drama korea ini dari Kak Ebie. Waktu dateng terakhir ke Indo dari Amerika. Iya dia suka nonton drama korea juga di sana. Terus nanya ke saya tentang Replay 1988. Saya bilang saya gak tau. Sempet tanya ke temen (bandar drama korea) dia bilang gak suka, saya search di internet juga gambar-gambarnya saya gak tertarik. 

Tiba-tiba ada temen di Path yang update soundtrack drama ini, dia salah satu bandar drama korea juga.Terus saya tanya segitu bagusnya kah? sampe statusnya dia susah move on. Singkatnya dia ngasih copyan drama itu ke saya. 

Nonton episode pertama pertengahan....sama sekali gak tertarik. Settingannya jadul banget. 1988. Saya aja lahirnya 1989. Terus ceritanya juga banyak orangtuanya, bener-bener gak menarik pikir saya. Tapi kenapa giliran yang suka nonton ini sampe gak bisa ngelupain? Akhirnya saya paksain nonton sampai selesai dan baru episode 1 saya nangis kejer. Akhirnya keterusan nonton sampai tamat barusan. Komentar terakhir: BAGUS BANGET! dan susah dilupain memang. Kisah di drama ini nyentuh banget tentang persahabatan dan hubungan orangtua yang mana jaman sekarang udah langka banget yang sebagus itu. Banyak hal yang bisa saya ambil dari drama itu.


Beberapa hal yang bisa saya ambil dari Reply 1988:

1. Kalau naksir orang langsung aja bilang. Khususnya cowok. Kalau ngasih lewat perhatian aja emang cukup, tapi cewe juga butuh kepastian yang kadang-kadang bego juga dalam mengartikan perhatian cowo. Apalagi cowo itu sahabatnya.

2. Lebih banyak menerapkan sopan santun kepada yang lebih tua. 

3. Cewek ceria itu memang gemesin. 

4. Cewek jelek bisa jadi cantik kalau disayang.

5. Jangan khawatir kalau dulu terbego di kelas. Ikutin passion mu. mungkin memang bukan di belajar jalannya. Siapa tau masak, atau buka usaha sendiri. 

6. Tuhan itu adil. Yang pinter biasanya jadinya sama yang bego. Saling melengkapi.

7. Suamimu/Istrimu 80% tetanggamu atau teman mainmu waktu kecil.(kalau ini sebelum nonton drama ini dikehidupan nyata juga udah sering terlihat)

8. Orang yang kita suka bisa aja suka kita juga tapi gak berani ngomong. (ini sama aja kayak nomor 1 ya) ya gimana abis itu yang paling nempel di kepala. Saking gemesnya sama endingnya.
 
9. Anak pertama cewe biasanya menjaga harga dirinya begitu tinggi sampai-sampai agak susah untuk terlihat nyantai sama orangtua. dan biasanya sirik sama adeknya yang bisa nyantai ngobrol sama orangtua. Apa lagi Ayahnya dibandingkan dengan Ibunya.

10. Kalau anak pertama perempuan berdua sama bapaknya gak bisa komunikasi verbal, coba lewat surat.

11. Kangen sama benda yang namanya Pager! masih ada gak ya yang pake di jaman sekarang?

12. Jaman dulu gak ada chat instan. Surat menyurat aja sukur-sukur gak nyasar. Ada adegan di film itu di mana mereka janjian ketemuan di restoran. Tapi cewenya ngeh nya mereka ketemuan di lantai dua. Cowonya ngehnya mereka ketemuan di lantai satu. Nah coba. Gimana cara mengabari miskom begitu kalau jaman itu? sedih kan jaman dulu. Tapi kok jaman dulu gak ada chat komunikasi susah, jarang yang carai. Jaman sekarang mah udah komunikasi semua lancar masih aja pada kawin-cerai. Harusnya mempererat hubungan semakin mudah dong.

13. Pacaran jaman dulu memang utuk nikah. Jaman sekarang? nyobain jodoh orang.

14. Jodoh gak kemana. Kalau udah jodoh, putus, jarak misahin toh akhirnya jadi juga.

15. Ages just a number it wont be any trouble at all.

16. Banyak-banyak bahagiain orangtua kalau mau bahagia.

17. Kalau udah jadi orangtua nanti, kita gak bisa maksain kehendak anak kita sesuai dengan kehendak kita. Yang ada cuma dukung keputusannya. Apalagi kalau anaknya udah gede.

18. Orangtua sekalipun nyebelin cuma pingin yang terbaik untuk anaknya. Gitu juga sebaliknya.


ada banyak quotes dari film itu. tapi yang paling ngena banget ini.










Share:

Kamis, 12 Mei 2016

Dicegat Anak TK A

Jadi tadi pagi pas gue mau berangkat, udah di motor nih, gas dikit, eh dicegat anak tetangga samping rumah. Cowo, tigginya gak nyampe sepinggag gue lagi gendong otoped mini. Dengan gaya omong yang masih gak jelas dia bilang,

"Mba mba anterin ke SD depan mba" 

Gue cengo. Dia berjalan ke arah gue dan terus mengulang kalimat yang sama. Dalem hati, gak salah nih yang gue denger? gue baru aja diperintah anak kecil balita.

Dia susah payah mau naikin otopednya ke bangku belakang motor gue, sambil dia juga manjat motor beat hitam gue. Untuk orang dewasa naik motor itu mudah sekali. Tinggal langkahkan kaki hop! naik sudah. Liat anak ini naik, udah kayak nonton lawak dia kesusahan sambil terus megang otopednya.
Nyerah, dia ngasih otopednya untuk ditarok di ruang bagian depan. Setiap motor matic pasti punya sedikit ruang lebih besar yang biasanya buat narok tas, baju laundry-an, kardus minum, TV, Kulkas, di bagian kaki depan. Dan ruang itu yang anak balita ini inginkan untuk menaruh otopednya. Dia nyuruh gue seakan dia memang udah 'bro-sis' banget sama gue. Hampir aja gue panggil 'bray'. Mau ditarok di depan bray?

"Mba ini di depan aja mba" sebari dia ngasih otopednya ke gue.
"Iya ini di sini aja" gue sok baik.

Terus dia lanjut manjat kali ini dengan susah aja. Gak pake payah. Karena otopednya udah di depan. Gue dari depan mengecek situasi.

"Bisa gak?"
"Uu. Hmph." dia masih berusaha. Dan akhirnya berhasil megang pundak gue.
"Udah?"
"Dah."

Agak geli juga dipegang pundak sama anak balita ini. Berasa tukang ojek. Lalu gue berpikir. Anak ini masih terlalu kecil untuk sekolah di SD. Plus, dia gak pake seragam.

"Nngapain dek ke SD?"
"Ada temenku banyak di situ." Gawat juga nih bocah temenannya sama anak SD.

Tiba-tiba dia nanyain gue balik.

"Anak Atpen ya? (Atpen=Advent. agama gue)"
"Kok tau?" tanya gue bingung.
"Iyak. Aku sekolah di Atpen." Di deket rumah gue emang ada sekolah plus gereja Advent gitu. 
"O.. kamu sekolah di situu.. kelas berapa?"
"TK A"
"Kok gak sekolah?" karena itu masih jam 9 seharusnya anak TK masih di sekolahan kan jam segitu?
"Sekolah lagi libur 4 hari.""
"O..pantes. Kenapa gak jalan aja ke SD?(atau naik otopednya)"
"Cape." Jawabnya polos. Singkat. Gak bertele-tele to the point yang sebenernya udah ketebak jawabannya.

Nah ini  yang sebenernya orang dewasa suka gak sadar. Semakin dewasa kita suka jawab pertanyaan gak pada intinya. Muter dan kadang bohong.

Sambil nyetir gue senyum-senyum sendiri. Kocak banget bisa ngobrol sama anak balita. Sebenernya dia adalah anak tetangga gue yang sering gue liat gangguin anjing gue. Tapi selama tinggal di situ gue gak pernah ngobrol yang kayak gini. Yang ada gue ngomelin dia, mlototin dia gara-gara nyari ribut sama anjing gue. Kalo gak salah dia juga yang tangannya pernah digigit Wine (anjing gue).

Baru aja mau nanya-nanyain lagi balita ini, tiba-tiba dia nepok pundak gue.

"Stop stop stop. Udah stop di sini." Trus dia loncat dari motor. Udah deket SD sih tapi ternyata dia mau belok ke gang sebelah kiri.
"Nih." Gue turunin otopednya.
"Makasih yak." Katanya sambil ngeloyor pergi.
trus gue teriakin.

"Jangan bandel-bandel!"

Dia ngebales sambil naik otopednya kenceng.

"Iyak!" 

Share:

Senin, 09 Mei 2016

POLIMOLIdotcom

oh. how i miss writing. and polimoli office.

Belakangan ini lagi hectic sama organisasi gereja sama kuliah dan cateringan. Iya gue nerima catering :)) tapi orangnya lagi sakit perut sekarang. Segitu berbahayakah masakan gue?
eniwei, Gue kangen banget sama polimoli. 
Secara keseluruhan sih. EH ralat, gue kangen keseluruhan kantor itu kecuali saat air gak ada beberapa bulan dan kita mesti bingung nyari wc buat **k. 

Stalaktit kantor waktu itu lucu juga kalo diinget bentuknya...
Oke balik ke topik.

Jadi belom gue ceritain ya pulang dari Solo gue udah gak bisa balik ke kantor polimoli. Karena teman-teman gue yang di sana sudah dibebastugaskan dan web polimoli saat ini sudah tidak ada.
sedih.

Udah terlalu suka sama kantor itu. Ruko dua tingkat dengan lantai satu yang kosong tidak terpakai. Kita nulis di lantai dua. Perabot seadanya. Isi orangnya cuma tiga. Pakai kursi bos bergantian (Hahahaha!)
:')

Pernah juga kerja di Jakarta gedung bertingkat, lantai 15A dengan kapasitas ruangan tiga ratus orang. Seru sih, rame, tapi entah kenapa hubungan satu sama lain kebanyakan persaingan dan fake. Susah nyari yang emang bener-bener mau temenan tulus gitu. Terus pas kerja di polimoli...gue ngerasa ini cocok banget buat gue yang males ketemu banyak orang dan kerjaannya nulis. Temen juga dua cukup. Satu si Indro cowo yang suka denger musik yang sama kayak yang gue denger, dan Winda yang suka denger musik yang sambil didengerin dinyanyiin sama dia kenceng-kenceng. Bebas!
miss you gaes.

Kangen suasana kantor yang cukup dan seadanya itu. Sederhana tapi nyaman.

Kita sempet beberapa kali ketemuan pasca hilangnya polimoli. Mereka juga sekarang masing-masing masih nulis di kantor yang berbeda tapi lokasinya berdekatan. Kita juga sempet mau buat kantor sendiri. Yang mana agak sulit mewujudkannya tapi bener-bener berharap bisa buat kantor sendiri suatu saat.

Sekarang gue masih ngelanjut kuliah. Kemaren sempet terhenti karena gak ada dana. Gantian sama adek gue. Dia lulus, gue lanjut kuliah. Mungkin gue adalah D3 terlama yang pernah kalian kenal :))
malu sih dikit. Tapi berentinya bukan karena gue hamil atau di DO gara-gara gak serius kuliah atau bodo, ya yang kayak gue bilang. Dan biayain kuliah pake duit sendiri agak shulit di kasus keluarga gue :))

Barusan temen gue ada yang nawarin kerjaann di Jakarta. Dia nanya kapan gue lulus. Sebenernya gue juga bisa aja kerja dengan ijasah gue yang ada. Kayak dulu dulu pas kerja. Tapi tetep aja. Kayak berasa ada yang ganjel gitu. Cuma pingin nyelesaiin aja sih apa yang udah di mulai.
i'm not a quitter.
menjungjung ego gue pada kalimat itu. hehe.

Atau gue takut meninggalkan kota ini?
yaa beda tipis. 


Share:

Rabu, 23 Maret 2016

Nguping Mamak Nelpon

Mama: "Tapi Bu Evi itu hebat loh. dia ke mana-mana itu berjuang sendiri gitu. Apa tuh namanya SNIPER?"
Lawan telponnya: @#%&*

Mama: "Nah iyaaaa SINGLE FIGHTER"
Share:

Rabu, 16 Maret 2016

2016! (updated)

sebenarnya saya sangat ingin sekali cerita banyak sambil memasukan foto-foto yang terjadi selama 2015.














tapi sedang memakai kuota internet hape. HAHAHAH! gak ikhlas.
pokoknya ditulis dulu nih mumpung awal tahun.
Doakan saya yang sedang UAS yaa!


Love,
Erica Sastrowardoyo Sudiro

------------------------------------------------------------------
baiklah sesuai dengan janji 3 bulan lalu (lama yak. HAHA!). Kali ini saya akan memasukan cuplikan tahun 2015. Huehuehuehu (Telatnyaa sekarang udah bulan Maret!) bodo amat. Jadi, ceritanya tahun lalu rambut saya panjang.
iya.
beneran.
oke.
serius.
Jadi tahun lalu saya sengaja vacuum dari dunia perkantoran untuk belajar ke Solo. Perasaan waktu itu saat hendak meninggalkan kantor yang maksud hati cuma pingin ninggalin 4 bulan aja. Eh ternyata jadinya....eyyshutt ntar diceritain lagi dibawah. Tapi wishlist tetaplah wishlist. Yup belajar di Solo selama 4 bulan ini ada di salah satu tuntutan dalam wishlist yang mesti dicoret.

Januari-Mei saya meminta ijin pada bos Polimoli untuk mengikuti pelatihan Indoesian Amazing Facts  Center of Evangelism di Solo. berikut adalah beberapa cuplikan foto waktu melayani di sana.


baru melek banget trus jalan pagi liat beginian segeerrr
(muka gue yang gak seger)


suka banget tempat ini. namanya Tegal Ombo. damaiii banget

bersama friska, memang warga sana.





kambing naik becak.........

locker selama di sana


...dan pulang-pulang dari sana, saya melebar coy


JENG JENG!
wiilly, saya.

maafkan kamera depan yang beresolusi rewndahan. 

----------------------------------------------------------------------------------
lalu setelah pulang dari sana, saya menjalin hubungan (cieilah menjalin hubungannn) hahahha. Setelah yang dulu kandas...sempet lama berjuang sendiri. dan ketika udah terbiasa sendiri, anak yang satu ini muncul. Entahlah mestinya bisa buat satu buku lagi untuk nyeritain dia.



o..o siapa diaaa~

udah ah segitu dulu updatenya. hihi
oiya kangen bangen suasana kantor Polimoli. Tapi kita masih sering ketemuan untuk buat Kabar Keci ahey!


Share:

Rabu, 06 Januari 2016