Langsung ke konten utama

Pos

Idealis Musuhan dengan Duit

Beberapa hari lalu saya tes kepribadian di 16personalities.com (dulu udah pernah tes sih, cuma lupa hasilnya apa. tes ulang deh) ternyata hasilnya saya adalah INFP-T.
Dari penjealsannya sih saya dibilang kalo orangnya tuh idealis. Dalem hati saya  pantes saya gak kaya-kayaDulu waktu SMP, guru favorit saya yang mirip kayak Kakashi Hatake di Naruto bilang kalau orang idealis itu susah, musuhan sama duit. Waktu itu saya yang notabene masih bocah, tidak terlalu menggubris hal ini. Tapi entah kenapa kalimat ini lekat dipikiran sampai saat ini.
Minggu lalu saya interview di salah satu perusahaan media sosial yang lumayan di Indonesia. Lalu, saya mendapatkan pertanyaan itu. Pertanyaan yang selama ini selalu membuat saya berpindah-pindah tempat kerja sampai pada saat ini.
"Sabtu ibadah jam berapa?"
Kalau udah sampai pertanyaan itu tentu panjang penjelasannya. Ini menyangkut kepercayaan. Kalau kepercayaan saya sendiri mengatakan untuk mengosongkan hari ketujuh yaitu Sabtu untuk gak beruru…
Pos terbaru

"Furaha Ya Mwaka Mpya" artinya....

Selamat Tahun Baru dalam bahasa Swahili.
Udah 2017 aja. Artinya dalam dua bulan lagi saya ujian compre. Alias sidang. Alias perjuangan 6 tahun ini berakhir pada bulan ini. Sebagian dalam diri saya bersyukur. Sangat bersyukur. Salah satu wishlist saya akhirnya tercoret lagi. Sebagian dalam diri saya panik.
Begitu banyak yang harus dikerjakan dalam dua minggu ini. Begitu banyak pilihan untuk masa depan saya. Kemana saya harus pergi, apa yang harus saya lakukan setelah ini, benar-benar menentukan saya akan bertemu siapa, dan bagaimana saya akhirnya menjadi apa setelah ini.
Selama ini saya sudah pernah kerja di beberapa tempat yang menyenangkan. Kerja di toko dalem mall, penjuall roti, kasir, waiters, penulis, receptionist, admin, event nasional.Kerja di lantai menara gedung tinggi ANZ Tower samping menara Intilland di Jakarta pernah, di Radio Dalam pernah, Pasar Rebo pernah..hanya satu yang membuat saya berbeda dengan teman-teman lain. Saya menjalani hidup saya terbalik dengan mereka. M…

Dia

Setiap kita pasti punya seorang "dia" yang rasanya ingin selalu diceritakan. Bahkan Anji 'Drive' membuat lagu berjudul yang sama. Tapi tentunya orang yang kita maksud berbeda.
Kemarin, Hari Ibu 22 Desember 2016, orang-orang ramai memosting betapa mereka cintanya dengan Ibu mereka. Lewat foto di Instagram, atau Facebook, atau kata-kata di Twitter. 
Tapi dia...
Kemarin sekitar pukul satu siang, saya dan dia makan di warung padang depan Mc Donald Watugong.  "Hari ini Hari Ibu loh" kata saya sambil minum jus pear yang saya pesan. "OIYA ya. Sekarang Hari Ibu." dia yang tadinya hampir menyuapkan makanannya, meletakan sendoknya, lalu mengambil handphone nokia hitam miliknya. Menekan telepon berkali-kali yang tidak diangkat, tapi akhirnya,
"Halo mak," dia sambil melanjutkan makannya "Hari Ibu oi sekarang."  kemudian yang terlihat berikutnya adalah dia yang mengakatakan mamanya katrok. Sambil melihat waktunya dengan ibunya, tanpa sadar…

This Post Has Been Deleted

Saya sudah dua kali menghapus Twitter, sekali menghapus Tumblr, BLOGSPOT sekali, dan berkali-kali deactive Facebook.  Dua minggu lalu saya menghapus Tumblr, deactive Instagram, dan Facebook, LAGI. saya ulangi, LA-GI.
Why? Kenapa? Opo'o? 
Jawabannya cuma satu: kealayan saya. Saya alay. Anak layangan. Norak. Kampung. Labil. Saya sendiri menjuluki diri saya seperti itu dikarenakan emosi saya yang tidak teratur (padahal sudah tua) (akhirnya ngaku juga kalo tua) sering sekali membawa posisi dimana ingin nonjok orang tapi adanya tembok jadi saya lampiasin dengan menghilang sana sini. Waktu itu sempet matiin hape juga. Agak ngeri sih kalo inget emosi diri sendiri ini.
Oke saya ceritain deteilnya kenapa ngapus dan deactive itu semua (padahal gak ada yang mau tau hahhaa) biarin :p selamat membaca postingan anak labil ini:
[2009] Di saat semua naik daun, teman-teman blogger saya yang termasuk dalam komunitas RB (Rumah Blogger) pun mulai ngehits. beberapa blogwalking saya bahkan membuat buk…

Nulis

Nulis
Nu
Lis
Nu Alis. Salah.

Akhir-akhir ini kepikiran emang. Sempet bacain notes FB dari jaman dulu, blog-blog postingan lama, Tumblr, sebenernya selalu kepikiran. Untuk balik lagi. Untuk nulis lagi. Untuk selalu mencurahkan yang pingin dibagiin ke orang-orang. Pingin diceritain.

Tapi apa?

xD

Inspirasi nulis kayak gak ada apalagi dihimpit deadline revisi sana sini #curhat #alesan. Selalu aja ada alasan untuk orang malas, cenah Andrea Hirata. Ayo erica jangan malaaaaaaaaaaaaaaaaaasssssssss yaoloh #gerakinleher.

Ini aja mau nulis blog karena barusaan diDMin ini sama Kak Olga


thank you kak. Tak pernah letih diingetin. sekarang gantian ingetin kalian. Yang sama-sama udah lama gak nulis lagi, gak gambar lagi, gak nyanyi lagi... ayok. Nulis lagi, gambar lagi, nyanyi lagi, main alat musik lagi, futsal lagi, basket lagi, badminton lagi, buat video lagi. Pokoknya hidupin kelebihan positif kalian, LAGI :)



Review Hacksaw Rigde

Sebenernya, saya dan pacar sudah memutuskan untuk tidak menonton bioskop kalau film Hollywood. kalau film Indonesia masih, itu juga pilih-pilih. Kita punya alesan yang cukup kuat untuk itu. Karena sesungguhnya, di agama kami, dilarang untuk menonton bioskop karena tempat yang gelap dan perbuatan yang nggak-nggak yang sering terjadi di bioskop luar. Dulu, saya gak terima pernyataan itu. Karena saya ke bioskop memang murni untuk nonton. Tapi setelah kita juga mempelajari subliminal dan lain-lain yang memang berpengaruh terhadap frontal lobe (yang mana sangat panjang kalau dijelaskan di sini) intinya, sangat-sangat mengurangi.
Sampai akhirnya minggu lalu, muncul di grup-grup Whatsapp tentang film ini. Penasaran, dan akhirnya kita membuat pengecualian untuk film ini. Awalnya gak berasa kayak nonton film perang, karena alurnya manis, klise, dan kocak pertemuan si Desmond Doss sama Dorothy. Masuk ke perangnya, tembak-tembakannya intens banget, dan kita berasa kayak di medan perang beneran …

abis beberes blog (lagi)

Setelah dua jam ngotak-ngatik blogspot dan akhirnya nemu template yang ini. Sebenernya ngiler liat template wordpress yang ciamik-ciamik. Tapi kalo pindah trus isi-isi yang di sini gimana? Dulu kenapa pilih blogspot karena lebih banyak temen-temen blogger pake ini. tapi semakin tahun, semakin kalah saing dia hiks.

Pasti kalo para blogger jadul main ke blog gue berasa kayak nostalgia. Ada chatboxnya lagi ahaha. Pingin pake dotcom tapi gaya amat orang ngotak-ngatiknya aja belom ngerti. Kedepannya pingin masukin cerpen gitu nih ke sini rencananya. Hihi tapi kok serem ya..dulu pernah masukin wordpress (iya jadi dulu punya dua, satu blogspot satunya lagi wordpress khusus buat cerpen) tapi gue mikir kalo kayak gitu kan karya kita bisa dicopy orang? takut akhirnya gue apus deh wordpress gue. gila sokiye banget ya? kayak ada aja yang mau ngambil cerita gue ahaha. Semoga cepat terealisasilah cerpen ini huehuehu