Langsung ke konten utama

Postingan

Review Buku: Ikan Ikan Mati

Udah lumayan lama saya gak baca buku karangan kawan lama ini. Dan untuk pertama kalinya, (sepertinya iya ini pertama kalinya) saya review buku di blog ini. Sebelum-sebelumnya film. Oke, lanjut.. Jadi, buku ini menceritakan tentang Gilang yang bertemu kembali dengan Citra, gebetannya waktu SMA. Yang menarik di sini adalah si penulis (Roy Saputra) mengambil posisi sebagai orang ketiga maha tau. Jadi kita yang membaca bisa ikut merasakan perasaan keduanya. Saya jadi ikutan malu-malu saat mereka berdua diceritakan sedang bersama. Tapi tenang buku ini isinya bukan tentang cinta-cintaan doang kok.

Dibandingkan dengan buku sebelum-sebelumnya, ada peningkatan dari segi banyaknya halaman. Jelas berarti semakin kaya kosa kata yang bertambah dari si penulis. Saya suka beberapa kata yang belum pernah saya temui sebelumnya jadi tau artinya juga lewat footnote yang pasti nambahinnya PR juga itu. Salut sih sama deteilnya. Untuk settingan waktunya sendiri sangat original karena menggambarkan Indones…
Postingan terbaru

Kerja Lagi!

Dulu waktu masih sekolah di Jakarta, yaa sekitar SMP lah. Sering banget liat sticker kuning dengan huruf melingker-lingker yang norak. Waktu itu sih.... itu yang ada dalem pikiran saya setiap liat sticker itu di angkot.
"Apaan sih ini maksudnya?"  "Kok tulisannya jelek banget." "Ini web ya? ada dotcom nya." "Warnanya kuning lagi. Norak!" "Fontnya jenis apaan itu melingker-lingker, Norak!"
14 tahun kemudian saya bekerja di perusahaan itu.
Ya, hari ini saya telah bergabung dengan perusahaan yang telah berkembang pesat dari 2003 tersebut. 
Lucu memang, waktu interview saya teringat kembali masa-masa melihat sticker itu di angkot dulu di Jakarta. Antara malu dan ingin jedotin pala ke kaca ruang tempat saya diinterview. Tapi, yang membuat saya akhirnya terus maju adalah perusahaan ini telah mengganti logo perusahaannya. Dan logo yang kali ini saya suka.
Ya, saya sereceh itu.
Maaf untuk pembuat logo yang awal, bukannya saya menjelek-jelekan, ema…

Cerita Tentang Anak Penjual Asuransi

"Lu mau kuliah di mana?" kata seorang teman di gereja Bintaro dulu. "Gak tau gak kuliah gue. Hahaha.." kata seorang yang lainnya. "Serius gue,"  teman saya terdiam, setengah berfikr  kemudian tercetus, "BSI, Ahahahhaa!" "Hahahhaha mending gak usah kuliah itu mah!"
saya yang saat itu ikut tertawa, mengingat apa yang papa bilang, "Kalo kamu mau kuliah, Papa cuma sanggup biayain di BSI" tawaran Papa pada saat itu gak saya jawab. Karena yang saya takutkan adalah apa yang barusan terjadi.
Bukannya saya menganggap rendah kampus tersebut, bahkan teman saya yang kuliah di sana terbukti dapat kerja lebih dulu dari saya. Tapi ketakutan saya adalah tidak masuk dalam komunitas teman-teman saya yang rata-rata bermukim di komplek elite Bintaro tersebut yang akhirnya membuat tawaran Papa, saya tolak.  Ya. Gengsi. Kalau mengingat keputusan saya saat itu, saya masih sangat menyesal.
Kenapa gak ambil beasiswa? Saya berasal dari keluarga yang …

Idealis Musuhan dengan Duit

Beberapa hari lalu saya tes kepribadian di 16personalities.com (dulu udah pernah tes sih, cuma lupa hasilnya apa. tes ulang deh) ternyata hasilnya saya adalah INFP-T.
Dari penjealsannya sih saya dibilang kalo orangnya tuh idealis. Dalem hati saya  pantes saya gak kaya-kayaDulu waktu SMP, guru favorit saya yang mirip kayak Kakashi Hatake di Naruto bilang kalau orang idealis itu susah, musuhan sama duit. Waktu itu saya yang notabene masih bocah, tidak terlalu menggubris hal ini. Tapi entah kenapa kalimat ini lekat dipikiran sampai saat ini.
Minggu lalu saya interview di salah satu perusahaan media sosial yang lumayan di Indonesia. Lalu, saya mendapatkan pertanyaan itu. Pertanyaan yang selama ini selalu membuat saya berpindah-pindah tempat kerja sampai pada saat ini.
"Sabtu ibadah jam berapa?"
Kalau udah sampai pertanyaan itu tentu panjang penjelasannya. Ini menyangkut kepercayaan. Kalau kepercayaan saya sendiri mengatakan untuk mengosongkan hari ketujuh yaitu Sabtu untuk gak beruru…

"Furaha Ya Mwaka Mpya" artinya....

Selamat Tahun Baru dalam bahasa Swahili.
Udah 2017 aja. Artinya dalam dua bulan lagi saya ujian compre. Alias sidang. Alias perjuangan 6 tahun ini berakhir pada bulan ini. Sebagian dalam diri saya bersyukur. Sangat bersyukur. Salah satu wishlist saya akhirnya tercoret lagi. Sebagian dalam diri saya panik.
Begitu banyak yang harus dikerjakan dalam dua minggu ini. Begitu banyak pilihan untuk masa depan saya. Kemana saya harus pergi, apa yang harus saya lakukan setelah ini, benar-benar menentukan saya akan bertemu siapa, dan bagaimana saya akhirnya menjadi apa setelah ini.
Selama ini saya sudah pernah kerja di beberapa tempat yang menyenangkan. Kerja di toko dalem mall, penjuall roti, kasir, waiters, penulis, receptionist, admin, event nasional.Kerja di lantai menara gedung tinggi ANZ Tower samping menara Intilland di Jakarta pernah, di Radio Dalam pernah, Pasar Rebo pernah..hanya satu yang membuat saya berbeda dengan teman-teman lain. Saya menjalani hidup saya terbalik dengan mereka. M…

Dia

Setiap kita pasti punya seorang "dia" yang rasanya ingin selalu diceritakan. Bahkan Anji 'Drive' membuat lagu berjudul yang sama. Tapi tentunya orang yang kita maksud berbeda.
Kemarin, Hari Ibu 22 Desember 2016, orang-orang ramai memosting betapa mereka cintanya dengan Ibu mereka. Lewat foto di Instagram, atau Facebook, atau kata-kata di Twitter. 
Tapi dia...
Kemarin sekitar pukul satu siang, saya dan dia makan di warung padang depan Mc Donald Watugong.  "Hari ini Hari Ibu loh" kata saya sambil minum jus pear yang saya pesan. "OIYA ya. Sekarang Hari Ibu." dia yang tadinya hampir menyuapkan makanannya, meletakan sendoknya, lalu mengambil handphone nokia hitam miliknya. Menekan telepon berkali-kali yang tidak diangkat, tapi akhirnya,
"Halo mak," dia sambil melanjutkan makannya "Hari Ibu oi sekarang."  kemudian yang terlihat berikutnya adalah dia yang mengakatakan mamanya katrok. Sambil melihat waktunya dengan ibunya, tanpa sadar…

This Post Has Been Deleted

Saya sudah dua kali menghapus Twitter, sekali menghapus Tumblr, BLOGSPOT sekali, dan berkali-kali deactive Facebook.  Dua minggu lalu saya menghapus Tumblr, deactive Instagram, dan Facebook, LAGI. saya ulangi, LA-GI.
Why? Kenapa? Opo'o? 
Jawabannya cuma satu: kealayan saya. Saya alay. Anak layangan. Norak. Kampung. Labil. Saya sendiri menjuluki diri saya seperti itu dikarenakan emosi saya yang tidak teratur (padahal sudah tua) (akhirnya ngaku juga kalo tua) sering sekali membawa posisi dimana ingin nonjok orang tapi adanya tembok jadi saya lampiasin dengan menghilang sana sini. Waktu itu sempet matiin hape juga. Agak ngeri sih kalo inget emosi diri sendiri ini.
Oke saya ceritain deteilnya kenapa ngapus dan deactive itu semua (padahal gak ada yang mau tau hahhaa) biarin :p selamat membaca postingan anak labil ini:
[2009] Di saat semua naik daun, teman-teman blogger yang termasuk dalam komunitas RB (Rumah Blogger) pun mulai ngehits. beberapa blogwalking saya bahkan membuat buku. Se…